PERANG OBOR: EKSPLORASI ASAL-USUL, RANGKAIAN UPACARA, DAN PERSPEKTIF MASYARAKAT DESA TEGALSAMBI
Keywords:
Perang Obor, Cultural heritage, Community traditionAbstract
Perang Obor is an annual tradition in Tegalsambi Village, Tahunan District, Jepara Regency, that holds significant historical, cultural, and local wisdom values. The tradition originates from an oral tale about a conflict between Kiai Babadan and Ki Gemblong, which culminated in the use of torches as weapons, believed to heal livestock and serve as a form of earth-offering ritual. This study aims to explore the origins, ceremonial sequence, and community perspectives of Perang Obor through an ethnohistorical approach combining historical sources, oral narratives, and field observations. The three-day procession begins with ancestral thanksgiving rituals, buffalo sacrifice, wayang kulit performances, communal feasts, and concludes with a symbolic and controlled torch battle. The community perceives it as an expression of gratitude, a means to ward off misfortune, a tribute to ancestors, and a reinforcement of solidarity. Furthermore, the tradition serves as both a cultural identity and a tourism attraction. In conclusion, Perang Obor functions as a cultural heritage that integrates spiritual, social, and economic values while strengthening community unity amid modernization.
Downloads
References
Amaliyah, E. I. (2018). Nilai-nilai kearifan lokal dalam tradisi Perang Obor di Tegalsambi-Jepara sebagai karakteristik Islam Nusantara. Jurnal Lektur Keagamaan, 16(2), 395–416.
Aristanto, Z. (2011). Perang Obor upacara tradisi di Tegal Sambi, Tahunan, Jepara. Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan, 6(1), 88–94.
Duija, I. N. (2005). Tradisi lisan, naskah, dan sejarah: Sebuah catatan politik kebudayaan. Wacana, 7(2), 115–128.
Fibiona, I. (2016). Perang Obor Jepara. Warisan Budaya Kemdikbud. https://warisanbudaya.kemdikbud.go.id/?newdetail&detailCatat=6703#
Fitrian, A. N., & Septiyani, W. (2021). Mengkaji nilai-nilai kearifan lokal Perang Obor terhadap semangat nasionalisme. Jurnal Paris Langkis, 1(2), 1–12.
Hidayat, F. M. (2023). 350 obor disiapkan untuk Perang Obor Tegalsambi Jepara. Murianews. https://berita.murianews.com/faqih-mansur-hidayat/385453/350-obor-disiapkan-untuk-perang-obor-tegalsambi-jepara
Nafi’ah, A. N. (2018). Perang Obor Sebagai Sumber Ide Penciptaan Hiasan Dinding Teknik Batik (Skripsi). Universitas Negeri Yogyakarta, Yogyakarta.
Nastiti, T. S. (2020). Dewi Sri dalam Kepercayaan Masyarakat Indonesia. Tumotowa, 3(1), 1–12.
Noviani, E. (2016). Pelestarian Cerita Rakyat di Kabupaten Jepara. Sutasoma: Jurnal Sastra Jawa, 4(1), 48–53.
Nugraha, R. A., & Sulistya, P. (2023). Perang Obor: Pengembangan wisata budaya Kabupaten Jepara. Sraddha Abyakta: Jurnal Pendidikan dan Humaniora, 1(1), 28–38.
Nugroho, Y. (2022). Tradisi Perang Obor di Jepara: Antara foto. ANTARA Foto. https://www.antarafoto.com/id/view/1704209/tradisi-perang-obor-di-jepara
Ratri, S. D. P. (2010). Cerita Rakyat dan Upacara Tradisional Perang Obor di Desa Tegalsambi Kecamatan Tahunan Kabupaten Jepara Provinsi Jawa Tengah (Tinjauan Folklor) (Skripsi). Universitas Sebelas Maret, Surakarta.
Syam, N. (2005). Islam Pesisir. Yogyakarta: LKiS Pelangi Aksara.
Zamroni, A., Fathurohman, I., & Ahsin, M. N. (2023). Struktur dan Fungsi Cerita Rakyat “Perang Obor” di Kabupaten Jepara. KALA: Jurnal Ilmiah Sastra, 1(1), 1–13.



