KULKUL SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI SEKAA TRUNA DI BANJAR BELULANG DESA ADAT KAPAL KECAMATAN MENGWI KABUPATEN BADUNG
Keywords:
Kulkul, Media Komunikasi, Sekaa TrunaAbstract
Kulkul merupakan media komunikasi tradisional yang masih digunakan oleh masyarakat Bali, khususnya di Banjar Belulang, Desa Adat Kapal, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung. Selain berfungsi sebagai penyampai informasi, kulkul menjadi bagian dari sistem komunikasi adat untuk menyampaikan informasi terkait kegiatan adat, sosial, keagamaan, dan organisasi sekaa truna. Namun, perkembangan media komunikasi modern menyebabkan pemahaman generasi muda terhadap fungsi dan pola bunyi kulkul semakin beragam. Penelitian ini bertujuan menganalisis pemahaman sekaa truna terhadap kulkul sebagai media komunikasi, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi pemahaman tersebut, serta mengkaji upaya Banjar Belulang dalam melestarikan pengetahuan tentang kulkul. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan perspektif interpretatif. Analisis didasarkan pada teori interaksionisme simbolik, teori komunikasi budaya, dan teori transmisi budaya. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, studi dokumentasi, dan studi kepustakaan. Informan dipilih secara purposive, meliputi Kelihan Adat Banjar Belulang, Ketua dan anggota Sekaa Truna Truni, serta Camat Mengwi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) sekaa truna memahami kulkul sebagai media komunikasi tradisional untuk menyampaikan informasi kegiatan banjar, tetapi pemahaman terhadap makna pola bunyi kulkul masih beragam; sebagian anggota memahami makna setiap pola pukulan, sedangkan sebagian lainnya hanya mengenali bunyi kulkul sebagai penanda adanya kegiatan. (2) Pemahaman tersebut dipengaruhi oleh penggunaan media sosial, pengalaman berorganisasi di banjar, serta latar belakang pekerjaan dan pendidikan yang memengaruhi tingkat keterlibatan dalam kegiatan adat. (3) Banjar Belulang meningkatkan pemahaman sekaa truna melalui pembinaan dalam paruman, pelibatan aktif dalam kegiatan banjar, dan regenerasi kepengurusan oleh prajuru sebagai upaya pewarisan pengetahuan budaya agar kulkul tetap dipahami dan digunakan sebagai media komunikasi tradisional.
Downloads
References
Anom, I.B. (2015) Kulkul: Alat komunikasi tradisional Bali. Marga, Tabanan: Kuwum Anyar.
Fuaody, C.N. (2024) “Analisis Pengaruh Digital terhadap Komunisasi Sosial Anak dalam Kehidupan Sehari – Hari,” Jurnal Basicedu, 8(1), pp. 327–337. doi: https://doi.org/10.31004/basicedu.v8i1.7008.
Lestari, N., Aprisa, M.T. and Dewi, D.E.C. (2024) “Eksplorasi Strategi Pengumpulan Data Dalam Penelitian Kualitatif Dan Kuantitatif; Studi Perbandingan Metode Tesis Di Kalangan Akademisi,” Irsyaduna: Jurnal Studi Kemahasiswaaan, 4(3), pp. 380–388. doi: https://doi.org/10.54437/irsyaduna.v4i3.1848.
Sugiyono. (2023). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta. Tersedia di: https://online.fliphtml5.com/cyqfr/jppo/ (Diakses: 25 Maret 2026).
Sutama, I.W., Putra, I.G. (2022) “Optimalisasi Media Whatsapp Dalam Komunikasi Organisasi Sekaa Truna Truni (STT) Sastra Emas,” Jurnal Pasupati, 9(2), p. 174. doi: https://doi.org/10.37428/pasupati.v9i2.326.
Sutarma, I. G. P., Jendra, I. W., Adnyana, I. B. A., Muliati, N. K., & Astuti, N. W. W. (2023) “The Function and Meaning of ‘Kulkul’ in Balinese Society: A Case Study in Batuaji Kawan Traditional Village, Tabanan (A Cultural Linguistics Review),” Jurnal Bali Membangun Bali, 4(2), pp. 91–100. doi: https://doi.org/10.51172/jbmb.v4i2.271.
Tirta, I.K., Suartaya, K., Yulianti, D.K.N. (2024) “Traditional Values In The Tetenger Kulkul Karawitan Work,” Terob : Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni, 14(2), pp. 48–57. doi: https://doi.org/10.20111/terob.v14i2.58



