EVALUASI GEOMETRI JALAN ANGKUT PADA AKTIVITAS PENGANGKUTAN BATU BARA DARI FRONT NEWCASTEL MENUJU STOCKPILE COAL CRUSHING PLANT SITE MUARA TIGA BESAR (MTB) PT BUKIT ASAM Tbk
Kata Kunci:
geometri jalan angkut, hauling, grade, cross slope, superelevasi, safety bermAbstrak
Jalan angkut merupakan salah satu bagian penting dalam kegiatan hauling karena kondisi geometrinya berhubungan dengan kelancaran dan keselamatan alat angkut. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi geometri jalan angkut batu bara dari Front Newcastel menuju Stockpile Coal Crushing Plant (CCP) Site Muara Tiga Besar (MTB) PT Bukit Asam Tbk. Parameter yang dianalisis meliputi lebar jalan lurus, lebar jalan tikungan, grade, cross slope, superelevasi, dan safety berm. Data diperoleh melalui pengukuran langsung pada ruas jalan sepanjang sekitar 1.747 m yang dibagi menjadi 13 segmen. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa lebar jalan lurus pada segmen yang dilalui HD Komatsu 785-7 masih berada di bawah kebutuhan minimum 24,15 m, sedangkan lebar tikungan pada segmen H-I sampai K-L memenuhi minimum 14,23 m. Grade yang melebihi batas 8% terdapat pada C-D sebesar 17,71%, D-E sebesar 9,34%, dan I-J sebesar 10,98%. Cross slope yang belum memenuhi minimum 2% terdapat pada A-B sebesar 1,55%, C-D sebesar -1,77%, dan M-N sebesar -1,41%. Superelevasi pada empat tikungan perlu disesuaikan menjadi 2%. Tinggi safety berm yang direkomendasikan adalah sekitar 1,95 m untuk HD Komatsu 785-7 dan 0,8 m untuk DT Hino 500 FM350PB. Perbaikan utama yang disarankan adalah pelebaran jalan, perbaikan grade, pembentukan cross slope, penyesuaian superelevasi, dan pemeliharaan tanggul pengaman.
Referensi
Achida, M., Firdaus, & Nafiu, W. R. A. (2021). Evaluasi dan redesign geometri jalan angkut tambang dari Pit Alaska menuju stockpile pada PT Bumi Nikel Nusantara Kabupaten Konawe Utara. Jurnal Riset Teknologi Pertambangan, 1(2), 1–10.
Ashari, R. H., & Julius, S. S. (2025). Evaluasi geometri jalan hauling overburden Pit X untuk menunjang operasional yang aman. Universitas Kristen Petra, 3, 48–53.
Azwari, R., Maryanto, & Usman, D. N. (2015). Evaluasi jalan angkut dari front tambang batubara menuju stockpile Block B pada penambangan batubara di PT Minemex Indonesia. Prosiding Teknik Pertambangan, 92–100.
Bargawa, W. S. (2018). Perencanaan tambang. Kilau Book.
Cahyadi, R., Perdana, T., & Harsiga, E. (2021). Evaluasi geometri jalan angkut menggunakan standar AASHTO untuk meningkatkan produktivitas alat angkut overburden pada Pit 1 PT Benal Aiti Bara Perkasa. Politeknik Akamigas Palembang, 12, 55–61.
Halawa, A. (2021). Analisa geometri jalan angkut guna meningkatkan cycle time dan produktivitas alat angkut pada kegiatan pengupasan overburden. Institut Sains dan Teknologi TD Pardede Medan, 16, 90–103.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia. (2018). Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Nomor 1827 K/30/MEM/2018 tentang pedoman pelaksanaan kaidah teknik pertambangan yang baik.
Riyanto, T. (2016). Evaluasi jalan tambang berdasarkan geometri dan daya dukung pada lapisan tanah dasar Pit Tutupan Area Highwall PT Pamapersada Nusantara.
Sepriadi, K. W. (2017). Evaluasi geometri jalan angkut terhadap produktivitas overburden di Pit MT 4 Penambangan Air Laya PT Bukit Asam (Persero), Tbk. Sumatera Selatan.
Wijaya, A. (2022). Evaluasi geometri jalan angkut dari front ke area disposal PT Baturona Adimulya, Kecamatan Babat Supat, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Politeknik Akamigas Palembang.


